10 Ribu Wanita Hamil AS Sudah Vaksinasi, Fauci: Tak Ada ‘Tanda Bahaya’

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Suara. com – Ahli penyakit menular terkemuka di negara Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci, mengatakan pada Senin (1/2/2021) bahwa sekitar 10. 000 wanita hamil di AS telah divaksinasi sejak Food and Drug Administration (FDA) mengesahkan dua vaksin, yaitu Pfizer dan Moderna.

Sejauh ini belum terlihat ada ‘tanda bahaya’ di vaksinasi Covid-19 wanita hamil. “Kami sudah banyak ibu hamil divaksinasi. FDA memantau mereka dan mau terus memantaunya, ” katanya pada pertemuan media IAS COVID-19 Conference: Prevention

“Meskipun kami tidak memiliki data dengan bagus tentangnya, data yang saya kumpulkan sejauh ini tidak menunjukkan tanda bahaya, ” demikian jelasnya dilansir dari USA Today.

Pedoman Pusat Pengendalian serta Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan keputusan untuk divaksinasi tergantung pada pokok dengan berkonsultasi dengan penyedia servis kesehatannya. Fauci mengatakan badan tersebut berpegang pada rekomendasi itu.

Baca Juga: Viral Tawarkan Vaksin Covid-19 Moderna Hingga Novovax, RS Pelni Klarifikasi

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui rekomendasi pada Jumat (27/1/2021) yang tampaknya bertentangan dengan awak dan organisasi AS.

Pedoman WHO mengucapkan wanita hamil dapat divaksinasi cuma jika mereka berisiko tinggi terpapar virus corona, seperti bekerja dalam layanan kesehatan, atau memiliki kedudukan medis mendasar yang membuat mereka berisiko terkena penyakit parah.

“Kami menyadari bahwa rekomendasi yang bertentangan lantaran WHO dapat meresahkan banyak orang hamil yang saat ini bergulat dengan keputusan apakah akan divaksinasi, ” kata Dr. Christopher Zahn, wakil presiden kegiatan praktik ACOG.

Zahn merekam bahwa meski tidak ada masukan keamanan, bukti awal dari penelitian pada hewan telah membuat para ahli percaya bahwa seharusnya tidak ada efek berbahaya pada lembaga atau reproduksi wanita.

Selain itu, vaksin mRNA seperti yang dibuat oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna tidak mengandung virus hidup yang dapat mewujudkan seseorang sakit. MRNA, kode genetik yang menginstruksikan sel untuk mendirikan apa yang disebut protein berduri yang memicu respons imun selalu tidak memasuki nukleus dan tidak dapat menyebabkan perubahan genetik barang apa pun.

Baca Juga: Sekolah Dibuka Mula Maret, Guru di Turki Bakal Divaksin Covid-19 Lebih Dulu

“Oleh karena itu, setiap orang kudu membuat keputusan terbaik untuk dirinya sendiri, dalam hubungannya dengan awak perawatan klinis jika memungkinkan, berdasarkan informasi dan data yang ada saat ini, ” kata Zahn.

Asas kurangnya data keamanan adalah sebab wanita hamil dikeluarkan dari tes coba vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna. Namun, meski data tentang vaksin masih sedikit, beberapa penelitian sudah menunjukkan bahaya Covid-19 di jarang wanita hamil.

Menurut sebuah penelitian CDC yang diterbitkan pada bulan November, wanita hamil berusia 35 maka 44 tahun dengan Covid-19 hampir empat kali lebih mungkin memerlukan ventilasi invasif dan dua kali lebih mungkin untuk meninggal daripada wanita tidak hamil pada piawai yang sama.

Sebuah studi yang lebih baru dari University of Utah Health juga menemukan bahwa wanita hamil yang sakit parah ataupun kritis akibat Covid-19 berisiko bertambah besar meninggal dan mengalami komplikasi kehamilan yang serius dibandingkan secara wanita hamil yang asimtomatik atau memiliki gejala ringan.

Releated