5 Masalah dalam Menerapkan Protokol Kesehatan tubuh dan Cara Mengatasinya

5 Masalah dalam Menerapkan Protokol Kesehatan tubuh dan Cara Mengatasinya

–>

Pandangan. com – Penerapan protokol kesehatan kini menjadi bagian dari aktivitas harian. Orang-orang perlu memakai masker saat berada dalam ruang publik, rajin cuci tangan hingga menerapkan jarak fisik.

Meski begitu, banyak orang masih mengalami ketidaknyamanan dalam menerapkan protokol kesehatan. Kaum hal mengganggu seperti kacamata berembun saat memakai masker pun mampu membuat jengkel.

Seperti dilansir dari USA Today , berikut perkara saat menerapkan protokol kesehatan dengan membuat jengkel, sekaligus dengan cara mengatasinya.

1. Kacamata berembun

Peristiwa ini kerap dialami pengguna perspektif. Sebab ketika memakai kacamata & masker, kelembapan dari masker terkurung naik mengenai kacamata. Inilah yang membuatnya berembun.

Ilustrasi seorang perempuan berkacamata mengenakan masker. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang perempuan berkacamata mengenakan masker. [Shutterstock]

Kuncinya sebenarnya ada di jenis masker yang sedang dipakai. “Masker dengan penahan kawat di bagian atas, seperti masker bedah, bertambah baik karena Anda bisa mendapatkan segel yang lebih rapat pada bagian atas agar kelembaban tak naik, ” kata Christopher Clark, dosen di Indiana University School of Optometry.

Terlepas dari masker Kamu memiliki penahan kawat atau tidak, cara terbaik untuk memakai kedok agar tidak menimbulkan embun ialah membentuk dan merapatkannya dulu ke wajah, baru memakai kacamata. Bila perlu, bawa selalu penyeka kacamata.

2. Jerawat

Ketika masker bergesekan secara kulit, itu dapat menyebabkan jerawat, kata Lawrence Mark, seorang guru besar dermatologi di Indiana University.

Iritasi tersebut, atau mekanisme jerawat, dapat membuat gangguan pada folikel rambut dalam mana kelenjar minyak Anda berkecukupan dan menyebabkan “maskne”.

Releated

Hits: Antibodi Pasien Sembuh dari Covid-19, Vaksinasi Presiden Gagal?

Pandangan. com – Sebuah fakta mengakui ditemukan oleh para peneliti yang menyebut bahwa antibodi pasien sembuh dari Covid-19 lebih baik dibanding suntikan vaksin. Apa alasannya? Kemudian, hari ini viral sebuah tulisan terbuka yang meminta pemerintah meneruskan proses vaksinasi virus Corona buat presiden Joko Widodo, karena dianggap gagal. Dalam surat yang beredar di media sosial WhatsApp, tercantum…