Bertambah Tinggi Kandungan Gulanya, BKKBN Prihatin Konsumsi Kental Elok Masih Tinggi

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Suara. com – Besar Pusat Badan Kependudukan Puak Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan pentingnya menyelenggarakan pengawalan bersama tentang menimpa implementasi PerBPOM No 31 Tahun 2018 tentang Sebutan Pangan Olahan, khusunya pasal yang berkaitan dengan kental manis.

Hal tersebut disampaikannya dalam Webinar Regional PP Aisyiyah, Kamis (18/3/2021).

“BKKBN mengawal dengan mendampingi keluarga-keluarga dan menghiraukan asupan gizi dari 0 hingga 24 bulan. Asupan protein dan gizi bujang saat ini jauh daripada harapan. Anak diberi keras manis dan makannya nasi dengan mi instan atau kerupuk, ini repot seluruhnya, ” kata Hasto.

Hasto menekankan bahwa edukasi menimpa kental manis ini istimewa untuk disosialisasikan.

Baca Juga: Jangan Asal Seleksi, Ini Jenis Botol Susu yang Aman dan Bagus untuk Bayi!

“Sebagian besar kandungan kental indah adalah gula. Lebih hancur lagi saat kita mengurai kandunganya, disebut susu tapi kandungan susunya sangat kecil sekali, ” jelasnya.

Susu kental manis. (Shutterstock)
Susu kental elok. (Shutterstock)

Ketua Umum PP Ikatan Bidan Indonesia Emi Nurjasman mengingatkan kepada bidan untuk ikut memberi informasi secara komprehensif kepada calon ibu.

“Pola hidup, pola sajian, dan juga nutrisi dengan sebaiknya dikonsumsi ataupun yang harus dihindari oleh pokok dan bayi, ” tambahan Emi.

Taat Emi, konsumsi susu keras manis oleh balita tak tepat dan karena itu, bisa jadi akan tersedia larangan balita mengonsumsi cairan tersebut.

Tahun lalu YAICI dan PP Aisyiyah sudah melakukan penelitian tentang konsumsi kental manis pada balita di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT dan Maluku.

Baca Juga: Awas! Tidak Semua Jenis Susu Sapi Indah Dikonsumsi, Ini Penjelasannya

Mereka menemukan 28, 96% dari total responden mengutarakan kental manis adalah susu pertumbuhan, dan sebanyak 16, 97% ibu memberikan melekat manis untuk anak di setiap hari.

Sebanyak 48% para ibu mengaku mendapat sumber informasi dari media, baiik TV atau sosial media, dan 16, 5% mengucapkan informasi tersebut didapat dibanding tenaga kesehatan.

Temuan mengakui lainnya, kategori usia dengan paling banyak mengkonsumsi liat manis adalah usia 3 sampai 4 tahun (26, 1%). Sementara anak usia 2 hingga 3 tarikh sebanyak 23, 9%, piawai 1 hingga 2 tarikh sebanyak 9, 5%, usia 4 hingga 5 tarikh sebanyak 15, 8% dan 6, 9% anak leler 5 tahun mengonsumsinya pada setiap hari.

Dari kecukupan gizi, 13, 4% anak dengan mengkonsumsi kental manis menjalani gizi buruk, 26, 7% berada pada kategori gizi kurang dan 35, 2% adalah anak dengan gizi lebih.

“Dari masih tingginya persentase ibu yang belum mengetahui penggunaan kental molek, terlihat bahwa memang data dan sosialisasi tentang keluaran kental manis ini belum merata, bahkan di ibu kota sekalipun, ” tandas Ketua Harian YAICI Pintar Hidayat.

Releated

Bintang Lotto Mengubah Tips Hidup Mereka

Di Amerika Serikat dengan program Pilih 3 undian per perian tidak ada peri. Untuk meningkatkan tersendat menang, ini merupakan dukungan utama dengan disediakan dalam Kabar HK internet. Sejumlah pemain telah memproduksinya untuk memenangkan kenang-kenangan Data HK yang besar. Orang-orang ketika ini kemelitan bagaimana mereka bisa menjadi jackpot jutaan mata uang yang mereka impikan; mereka kemelitan […]