Denyut Fasyankes di Masa Pandemi Covid-19 Mandet, IDI Buat Seruan

Denyut Fasyankes di Masa Pandemi Covid-19 Mandet, IDI Buat Seruan

–>

Suara. com – Ikatan Sinse Indonesia (IDI) bersama sejumlah pola profesi tenaga kesehatan menyerukan agar layanan fasilitas kesehatan dasar langsung memprioritaskan kesehatan ibu dan anak.

Walaupun wabah virus corona Covid-19 sedang terjadi, sesuai rekomendasi WHO, pelayanan kesehatan esensial harus tetap terselenggara.  

Seruan itu diajukan oleh IDI beserta Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (PP IAKMI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), dan Gerakan Kesehatan Ibu serta Anak (GKIA).

Melalui keterangan tertulis dengan ditandatangani setiap ketua organisasi, dinyatakan bahwa pelaksanaan fasilitas pelayanan kesehatan tubuh atau Fasyankes jadi tanggungjawab pada setiap Pemerintah Daerah dan harus lestari berjalan dengan menyesuaikan kondisi pagebluk Covid-19 di masing-masing wilayah.

“Pemerintah Wilayah perlu lakukan pemisahan layanan pada puskesmas juga klinik yang dikhususkan bagi ibu hamil, bayi, serta balita dari perawatan pasien Covid-19. Sehingga mereka tidak ragu buat memeriksakan diri, ” demikian tercatat dalam keterangan tertulis yang disebarkan melalui akun Twitter IDI, Minggu (27/9/2020).

Kesehatan anak menjadi penting diperhatikan. Mengingat angka infeksi Covid-19 serupa kematian akibat Covid-19 pada gabungan anak di Indonesia sangat agung.

Di keterangan tertulis itu disebutkan bahwa hingga 10 Agustus 2020, sebesar 3. 928 anak di Indonesia terinfeksi virus corona Covid-19.

Sementara itu, 59 anak di antaranya meninggal dunia setelah terinfeksi. Angka itu mendaulat Indonesia negara dengan angka moralitas akibat Covid-19 pada anak terbesar di Asia Tenggara.

Seruan kedua — terkait dengan pemulihan ekonomi,   IDI dan organisasi terkait menodong pemerintah harus tetap mengutamakan perlindungan kesehatan ibu dan anak.

Dikatakan bahwa pimpinan pusat dan daeah wajib meberikan dan memfasilitasi layanan imunisasi, pemantauan gizi, dan layanan kesehatan dasar untuk masyarakat luas.

Releated

Hits: Antibodi Pasien Sembuh dari Covid-19, Vaksinasi Presiden Gagal?

Pandangan. com – Sebuah fakta mengakui ditemukan oleh para peneliti yang menyebut bahwa antibodi pasien sembuh dari Covid-19 lebih baik dibanding suntikan vaksin. Apa alasannya? Kemudian, hari ini viral sebuah tulisan terbuka yang meminta pemerintah meneruskan proses vaksinasi virus Corona buat presiden Joko Widodo, karena dianggap gagal. Dalam surat yang beredar di media sosial WhatsApp, tercantum…