Kacau Antigen Bekas, Benarkah Corong Swab Test Covid-19 Mampu Dicuci Ulang?

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Suara. com – Perseorangan petugas Kimia Farma dengan kedapatan memanfaatkan alat rapid tes antigen bekas buat dipakai kembali di Biang Kualanamu, Medan membuat beberapa orang geram.

Para petugas tersebut berdalih, sebelum digunakan balik alat swab test terlebih dulu dicuci dan disterilkan. Tapi benarkah bisa begitu?

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Ketua Sub Bidang Penanganan Limbah Medis Satgas Covid-19, Dr. dr. Lia G Partakusuma, SpPK, MM, MARS yang mengatakan jika alat swab test antigen adalah keluaran sekali pakai dan tidak bisa dicuci atau disterilkan.

“Nggak bisa (dicuci), itu sebetulnya kalau yang namanya pemeriksaan antigen itu, tersebut dia sekali pakai. Tersebut kemasan sekali pakai, ” ujar Dr. Lia zaman dihubungi Suara. com, Jumat (30/4/2021).

Baca Juga: Penggunaan Rapid Antigen Bekas Jangan Sampai Terjadi pada Kaltim

Piala Menpora 2021: Swab Antigen Menjadi Prosesi Wajib Sebelum Masuk Stadion Manahan. [Budi Cahyono/Ayosemarang.com]
Piala Menpora 2021: Swab Antigen Menjadi Prosesi Tetap Sebelum Masuk Stadion Manahan. [Budi Cahyono/Ayosemarang.com]

Dr. Lia lantas menjelaskan kemasan seluruhnya pakai yang dimaksud dalam produk swab test antigen itu terdiri dari beberapa alat yaitu batangan panjang seperti cutton bud buat mengambil sampel di perempuan hidung dan tenggorokan, medan cairan tempat mencelupkan contoh, dan bagian path larutan untuk mengetes sampel.

Ketiga bahan ini seluruhnya ialah produk sekali pakai, dan tidak bisa digunakan kembali, yang akhirnya dianggap jadi limbah medis yang dibuang di wadah plastik beragam kuning.

Warna kuning tersebut mengartikan produk di dalamnya berisi limbah infeksius dengan harus langsung dimusnahkan.

“Setelah dipakai kudu langsung dibuang, itu dikenal sebagai limbah medis, karena kita tidak tahu bahan yang diambil itu pasti atau tidak, memang semuanya dianggap sebagai limbah medis, ” terang Dr. Lia.

Apalagi kata perempuan dengan merupakan Dokter Patologi itu jika sampel yang diambil dari orang yang suspect atau dicurigai Covid-19, bisa berbahaya, karena bisa oleh karena itu meskipun hasilnya negatif akan tetapi virus sudah berada di tubuh karena jumlahnya dengan masih sedikit sehingga belum terdeteksi.

Baca Juga: Buntut Alat Antigen Tanda, Dokter Paru Minta Kemenkes RI Evaluasi

“Apalagi kalau hasilnya negatif, tersebut tergantung dari orang dengan ambil kumannya masih kecil, atau kita ambil kumannya tidak pada tempat ada virusnya. Jadi masih tersedia kemungkinan seperti itu, ” paparnya.

Releated

Menabalkan Mesin Slot Online Anda

Ketika menguji untuk memeriksa kurang lebih ulasan online akan halnya slot online, duga diamati bahwa jentera slot hari ini telah mengambil kerangka baru dan sudah terbukti menjadi hit nyata dengan semata pecinta game yang memanjakan di dalamnya. Mereka telah menanggung beberapa perubahan pelampau bahkan sejak hari-hari awal bandit wahid tangan mereka begitu para pemain konvensional […]