Kebaikan Ciuman, Salah Satunya Bisa Meningkatkan Imunitas Tubuh

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Pandangan. com – Ciuman mungkin merupakan cara paling tertinggal manusia dalam mengekspresikan kasih roman. Kita suka mencium bayi pada pipi mereka yang menggemaskan, mencium teman di pipi, dan mencium kekasih di bibir untuk menunjukkan perasaan dan keinginan untuk koneksi. Berciuman juga disebut sebagai salah satu mekanisme evolusi paling awal buat ikatan sosial. Meskipun ada penuh kenikmatan dari berciuman, ada juga beberapa manfaat kesehatan yang istimewa, yang ternyata didukung oleh sains.

Penasaran? Ini dia manfaat ciuman yang harus kamu tahu, seperti dilansir dari laman Mentalfloss.

1. Ciuman mampu menjaga suasana hati tetap jalan
Ciuman akan membiarkan neurotransmiter seperti oksitosin – hormon cinta – dan vasopresin – hormon yang mengikat perasaan pokok dengan bayinya, ataupun pada pasangan yang sedang jatuh cinta. Ciuman juga melepaskan opioid endogen, dopamin, dan neurohormon bermanfaat lainnya untuk menjaga suasana hati tetap seimbang. Tak heran jika ciuman membuatmu bahagia, kan?

2. Ciuman memanifestasikan hormon baik yang memiliki keterampilan menyembuhkan
Menurut sebuah studi tahun 2005 yang diterbitkan di Neuroendocrinology Letters, cinta, kesenangan, dan nafsu memiliki potensi menekan stres dan meningkatkan kesehatan. Ciuman dapat mengurangi hormon stres, & membuat tubuh dapat lebih pokok pada proses penyembuhan dan membangun berkontribusi pada kesehatan mental & perilaku yang lebih positif.

Baca Juga: Mengejutkan! Nikita Mirzani Sering Ciuman dengan Cewek

3. Ciuman akan meningkatkan kewaspadaan
Meski membuat seseorang terlena, tapi ciuman sesungguhnya akan melatihmu lestari waspada, lho. Ini karena ciuman akan merangsang pelepasan adrenalin, yang membuat seseorang merasa bersemangat & meningkatkan detak jantung sehingga melaksanakan kamu lebih waspada. Oleh karena itu, orang yang sering bentrok akan selalu bersiap dalam seluruh situasi yang ada.

4. Ciuman dapat mengurangi stres
Dalam studi tahun 2009 dengan dilaporkan di Western Journal of Communication, pertukaran kasih sayang dengan fisik, termasuk ciuman, akan melindungi individu dari efek fisiologis stres. Para peneliti menemukan bahwa mengungkapkan kasih sayang, di mana ciuman adalah contoh utama, secara tepat berkaitan dengan penurunan hormon tekanan kortisol sepanjang hari.

5. Karena ciuman dapat mengurangi stres, maka itu akan membantu menurunkan kolesterol dalam tubuh
Dalam penelitian yang sama seperti sebelumnya, para peneliti berteori bahwa jika perilaku kasih sayang dapat menekan stres, maka masuk akal untuk memprediksi bahwa hal itu serupa akan mempengaruhi perbaikan parameter fisiologis yang diperburuk oleh stres. Misalnya kolesterol.

Kolesterol memiliki sejumlah fungsi fisiologis pokok, termasuk menjaga fluiditas membran, memproduksi empedu, dan berkontribusi pada metabolisme vitamin yang larut dalam gemuk. Kolesterol juga bertanggung jawab buat produksi hormon steroid seperti kortisol, aldosteron, progesteron, estrogen, dan testosteron.

6. Ciuman mengurangi gejala alergi
Respon alergi bisa diperburuk oleh stres. Karena bentrok mengurangi stres dengan mengirimkan hormon perasaan-baik ke otak, serta menekan kortisol, sebuah penelitian di Jepang tahun 2003 pun mengeksplorasi hubungan antara aktivitas menurunkan stres lantaran berciuman dengan reaksi alergi.

Baca Juga: Terekam Kamera Zoom, Sejoli Ciuman saat Ikuti Kelas Online

Sembilan puluh peserta secara merata dibagi menjadi tiga kelompok: 30 dengan dermatitis atopik, 30 dengan rinitis alergi, dan 30 pada grup kontrol. Dalam studi tersebut, pokok yang disebut peneliti sebagai “tidak biasa berciuman, ” berciuman selama 30 menit dengan pasangannya pada ruang pribadi sambil mendengarkan irama lembut. Mereka menemukan bahwa pada akhir sesi berciuman, para peserta mengalami penyembuhan yang signifikan dari bintik-bintik kulit (gatal-gatal) dan tingkat neurotropin plasma (tanda reaksi alergi) yang terkait dengan serbuk pati cedar Jepang dan tungau duli rumah. Pada 2015, studi itu bahkan memenangkan hadiah Nobel.

7. Ciuman dapat meningkatkan kekebalan awak
Saat mencium seseorang di bibir, kamu akan saling bertukar bakteri. Ini dapat membuatmu sakit, atau dapat membantu memajukan kekebalan tubuhmu dengan memaparkan tubuh pada kuman baru yang menguatkan kemampuan sistem kekebalan melawan kuman ini.

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan di jurnal Microbiome menemukan bahwa pasangan yang sering bertarung lebih cenderung berbagi mikrobiota dengan sama di air liur & di permukaan lidah. Seberapa kerap? Setidaknya sembilan kali sehari! (Fajar Ramadhan)

Releated

Menabalkan Mesin Slot Online Anda

Ketika menguji untuk memeriksa kurang lebih ulasan online akan halnya slot online, duga diamati bahwa jentera slot hari ini telah mengambil kerangka baru dan sudah terbukti menjadi hit nyata dengan semata pecinta game yang memanjakan di dalamnya. Mereka telah menanggung beberapa perubahan pelampau bahkan sejak hari-hari awal bandit wahid tangan mereka begitu para pemain konvensional […]