Pakar Memperingatkan Flu Musiman di Masa Mendatang Bisa Lebih Buruk

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Suara. com – Pakar kesehatan tubuh memperingatkan bahwa musim flu ataupun influenza di masa mendatang mampu lebih parah dan terjadi di waktu yang tidak terduga.

Kasus virus musiman lain juga termasuk virus pernapasan syncytial (RSV), virus corona flu biasa, dan virus parainfluenza.

Hal tersebut terjadi saat orang-orang mulai rentan terhadap virus pernapasan musiman, sebab sekarang hanya sedikit orang terpapar dan lebih banyak orang memiliki antibodi virus corona yang bersirkulasi saat ini.

“Kerentanan meningkat dalam populasi, ” jelas Shweta Bansal, lihai ekologi penyakit di Universitas Georgetown di Washington, DC, dilansir Live Science.

Baca Juga: Mahasiswa Magister Kesehatan UMI Teguran Dibantu Alat Pernapasan

Misalnya, tambahan Bansal, bayi yang belum terpapar virus akan lahir, dan kekuatan pada orang dewasa yang sudah terpapar akan mulai berkurang.

Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)
Lelaki sedang menderita influenza ataupun flu. (Shutterstock)

“Orang yang tidak memiliki ataupun kekebalannya telah berkurang bagai ‘bahan bakar’ dalam kebakaran. Semakin banyak bahan bakar yang tersedia, semakin mudah terjadinya wabah, ” lanjutnya.

Terlebih jika tindakan pencegahan Covid-19 dicabut, yang tentunya akan memicu pengembangan infeksi.

“Saat ukuran populasi yang rentan menyusun, kita perlu bersiap untuk pagebluk di luar musim dan daya wabah besar, ” kata Rachel Baker, ahli epidemiologi di Universitas Princeton. Contoh kasus nyatanya berlaku di New South Wales, Australia.

Biasanya puncak kasus antara Apil dan Juni, tetapi selama 2020 jumlah infeksi PSV turun lebih dibanding 85% dibanding tahun sebelumya. Tetapi pada akhir Desember, setelah pemisahan Covid-19 di New South Wales dicabut, kasus RSV melonjak mematok enam ribu dalam dua minggu.

Baca Juga: Atur Pernapasan, Ini 5 Tips Atasi Rasa Gugup

“Kasus Australia ini bisa menjadi sketsa yang menarik, ” tandas Baker.

Releated