Vaksinasi Covid-19 di Israel Dinilai Efektif, Angka Infeksi Turun

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Suara.com – Program vaksinasi Covid-19 Pfizer di Israel mulai menunjukkan tanda keefektifan dalam menurunkan infeksi dan penyakit pada orang tua usia 60 tahun ke atas.

Angka Kementerian Kesehatan Israel (MoH) menunjukkan 531 orang di atas 60-an tahun, dari hampir 750 ribu yang divaksin penuh, telah dilaporkan terinfeksi virus corona.

Di antara mereka pun hanya sedikit orang yang jatuh sakit, dengan sebanyak 38 orang harus dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala sedang dan sebagian kecil lainnya parah.

BBC melaporkan bahwa ada tiga kematian pada orang tua yang sudah divaksinasi. Namun mereka diduga sudah terinfeksi dahulu sebelum kekebalan tubuh sempat terbentuk.

Baca Juga: Presiden FIFA: Pesepakbola Bukan Prioritas Penerima Vaksin

Sedangkan sebelum vaksin mulai dilakukan, lebih dari tujuh ribu infeksi tercatat, hampir 700 kasus dilaporkan dengan Covid-19 sedang hingga kritis dan 307 kematian.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

Departemen Kesehatan setempat mencatat kasus infeksi dan penyakit semakin menurun sejak 14 hari setelah masyarakat menerima vaksin Covid-19 dosis pertama.

Data ini hanya melihat infeksi dan penyakit pada orang yang sudah divaksinasi. Mereka tidak melibatkan kelompok orang yang tidak divaksinasi.

Namun, tim peneliti di Weizmann Institute of Science, Tel-Aviv University, dan Technion – Israel Institute of Technology telah berusaha menentukan apakah penuran kasus ini disebabkan oleh vaksin dan bukan hanya dampak faktor penguncian atau lockdown.

Tim tersebut adalah Malka Gorfine, Hagai Rossman, Prof Eran Segal, dan Dr Uri Shalit, yang menganalisis data nasional menurut usia dan kota.

Baca Juga: Kisah Eks Kapten Persib Disuntik Vaksin COVID-19 Perdana

Mereka mengidentifikasi penurunan besar terkait infeksi dan rawat inap pada orang tua di atas 60 tahun, yang divaksinasi pertama kali, dan di kota yang paling awal melakukan vaksinasi.

Menurut mereka, perubahan ini tidak terlihat pada penguncian sebelumnya, yang artinya penurunan dapat disebut akibat dari vaksinasi.

Secara terpisah, penyedia layanan kesehatan terbesar kedua Israel Maccabi melaporkan 66 orang dari 284 ribu orang yang divaksinasi (0,03%) terinfeksi virus setelah menerima dosis kedua.

Dari 66 pasien tersebut, semuanya memiliki gejala ringan dan tidak ada yang dirawat di rumah sakit.

Mereka memperkirakan vaksin 92% efektif digunakan dalam suatu populasi, hampir mirip dengan uji klinis terkontrol Pfizer yang menunjukkan vaksin 95% efektif.

Releated

Mainkan Prize Hongkong Yang Diinginkan

Jika Dikau ingin bersenang-senang pada Internet, Anda dapat mencoba bermain Pools online Hong Kong. The Hong Kong Pools sangat supel. Ada beberapa sifat di dalam permainan yang membuatnya amat seru. Sgp hari ini . The Hong Kong Pools mengijabkan beberapa permainan. Apa-apa pun yang Kamu cari, Anda akan menemukannya di ruang permainan. Gambar situ hongkong […]