Walaupun Dikenal Sehat, Ahli Sarankan Jangan Kebanyakan Konsumsi Madu

Walaupun Dikenal Sehat, Ahli Sarankan Jangan Kebanyakan Konsumsi Madu

Suara. com kepala Meskipun banyak yang memuji madu sebagai pemanis pilihan yang sehat karena kandungan antioksidannya, para ahli memperingatkan agar tak menambahkan pemanis tambahan ke makanan Anda, bahkan madu sekalipun.

“Penambahan gula dalam makanan jelas merupakan segalanya yang harus dijaga agar lestari rendah, terlepas dari sumbernya, ” kata Maya Vadiveloo, asisten profesor ilmu nutrisi dan kesehatan dalam College of Health Science pada University of Rhode Island pada Kingston, kepada Medicalxpress .

“Secara holistik, saya akan mengatakan, mengonsumsi gula tambahan dalam jumlah mulia baik dari madu, gula, sirup maple, atau sirup jagung tentu bukan hal yang baik, ” imbuhnya.

Melansir dari Medicalxpress , madu adalah zat molek yang dibuat saat lebah menggalang nektar dari tanaman berbunga.

Baca Juga: Kaya Antioksidan, Ini 10 Manfaat Madu untuk Kesehatan

Ilustrasi madu. (Pixabay/ExplorerBob)
Ilustrasi madu. (Pixabay/ExplorerBob)

Madu sendiri tinggi antioksidan, seperti asam fenolik dan flavonoid yang dapat mendukung kesehatan yang lebih baik. Penelitian kecil dalam manusia menunjukkan bahwa antioksidan madu dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik yang dapat membantu menyandarkan risiko penyakit jantung.

Karena kualitas itu, madu sering disebut-sebut sebagai alternatif yang lebih baik daripada gula rafinasi, terutama bagi penderita diabetes. Namun, para ahli menyatakan madu itu sendiri adalah bentuk asing dari gula dan sebaiknya dikonsumsi hanya dalam jumlah sedang.

Satu sendok makan madu mengandung 64 kalori tanpa serat, hampir tanpa vitamin dan sangat sedikit protein.

Cara lain buat menggunakan madu secukupnya sebagai periode dari pola makan sehat ialah menambahkan sedikit madu ke sasaran yang cenderung tak dimaniskan sebelumnya.

Baca Juga: Manfaat Madu Hijau: Tingkatkan Imunitas Hingga Atasi Penyakit Perut

Releated